Jumat, 03 Agustus 2018

LUMPIA SEMARANG

LUMPIA GANG LOMBOK
(Makanan Khas Semarang bercitarasa Jawa-TiongHoa)



Lumpia sering disebut dengan lunpia. Lumpia merupakan makanan semacam rollade yang berisi rebung, telur dan daging ayam atau udang. Makanan ini terdiri dari lembaran tipis tepung gandum yang dijadikan pembungkus isinya. Isi lumpia berupa campuran rebung, telor, daging udang, seafood, atau ayam. Cara penyajiannya ada yang digoreng dan ada juga basah.

Makanan ini berasal dari Cina dan menyebar sampai ke Indonesia. Cita rasa lumpia yang nikmat membuat jenis makanan ini tidak hanya dikenal di Cina dan Indonesia saja. Makanan ini dikenal sampai ke seluruh Asia,Amerika, Eropa. Dimana masing-masing negara memiliki nama yang berbeda dan dengan bahan yang bervariasi. Di Amerika Serikat dikenal dengan nama Egg rolls, di barat lumpia goreng dikenal dengan spring rolls sedangkan lumpia basah disebut summer rolls. Di Vietnam disebut Cha Gio dengan isian soun, jamur kuping, ubi, dan wortel. Selain itu di Vietnam dikenal juga dengan goi cuon dengan isian sayur mentah, bihun tawar, timun, selada, miint, daging babi kukus, dan udang rebus. Di Filipina disebut lumpiang turon dengan isian berupa buah seperti nangka, pisang. Cara penyajiannya dengan taburan gula halus atau disiram madu. Di Malaisia dan Singapura memiliki popiah dengan isi bengkuang, telur orak-arik, tahu, tauge, udang rebon. Korea Selatan disebut Chungwon dengan isian soun, jamur dan dibumbui kecap, gula merah, dan saus tiram. Di Australia dikenal Chiko roll. Bisa dikatakan semua varian tersebut merupakan perkembangan dari makanan tradisional Cina yang sudah diadaptasikan dengan rasa dan budaya setempat.

Lumpia sebagai makanan khas Semarang seperti lumpia dari berbagai negara lainnya. Makanan ini telah diadaptasikan sesuai lidah Indonesia, bahan dari Indonesia, tata cara Indonesia. Rasa dari lumpia Semarang pun menjadi istimewa. Menurut penuturan para penggemarnya, lumpia Semarang merupakan perpaduan rasa Tionghoa dan rasa Indonesia. Proses adaptasi tersebut tentu saja tidak berjalan dengan cepat dan datang dengan tiba-tiba.

Makanan lumpia dipelopori oleh keluarga yang berada di Gang Lombok Semarang. Keistimewaan lumpia Gang Lombok ini menurut sejumlah penggemarnya adalah racikan rebungnya tidak berbau, juga campuran telur dan udangnya tidak amis.

Sejarah mengenai lumpia gang lombok dimulai pada abad ke-19. Ada seorang yang berasal dari Fujian yang bernama Tjoa Thay Joe memutuskan tinggal di Semarang. Ia mulai membuka bisnis makanan khas Tiong Hoa berupa makanan pelengkap berisi daging babi dan rebung. Tjoa Thay Joe kemudian bertemu dengan mbak Wasih, seorang Jawa yang berjualan makanan yang hampir sama, tetapi isinya kentang-udang dengan rasa manis.

Seiring waktu berjalan, mereka saling jatuh cinta kemudian menikah. Bisnis yang mereka jalankan akhirnya dilebur menjadi satu dengan sentuhan-sentuhan perubahan yang malah makin melengkapi kesempurnaan rasa makanan. Isi dari kulit lumpia diubah menjadi ayam atau udang yang dicampur dengan rebung serta dibungkus dengan kulit lumpia. Keunggulannya adalah udang dan telurnya yang tidak amis, rebungnya manis, kulit lumpia yang renyah jika digoreng. Rasa yang demikian menimbulkan sebuah cita rasa baru, perpaduan cita rasa Jawa dan Tiong Hoa.

Jajanan ini pada waktu itu biasanya dipasarkan di pasar malam Belanda bernama Olympia Park. Oleh karena itulah makanan yang dijajakan di Olympia ini dikenal dengan nama lumpia. Sebuah peleburan kata olympia menjadi lympia kemudian menjadi lumpia atau lunpia. Usaha Tjoa Thay Joe dan Wasih tersebut akhirnya menjadi besar dan diteruskan oleh putra-putrinya.

Dewasa ini, terdapat enam jenis lumpia dengan cita rasa yang berbeda. Aliran pertama adalah Gang Lombok (Siem Swie Kiem), kedua aliran jalan Pemuda (almarhum Siem Swie Hie), dan ketiga aliran jalan Mataram (Alm. Siem Hwa Nio). Ketiga aliran ini berasal dari satu keluarga Siem Gwan Sing Yjoa Po Nio yang merupakan menantu dan putri tunggal pencipta lumpia Semarang, Tjoa Thay Yoe-Wasih.  Aliran keempat adalah sejumlah bekas pegawai lumpia Jalan Pemuda. Aliran kelima adalah orang-orang dengan latar belakang hobi kuliner yang membuat lumpia dengan resep hasil pembelajaran dari lumpia yang sudah beredar. Aliran terakhir adalah lumpia Jalan TanggaMus (Ny. Mechtildis Tyastresna Halim) lumpia nya bulat-bulat dan gurih.
Generasi tertua saat ini, yaitu generasi ketiga Siem Swie Kiem (68), tetap setia melayani konsumennya di kios warisan ayahnya (Siem Gwan Sing) di Gang Lombok 11.

Berikut adalah warung Lumpia Gang Lombok yang Legendaris. Penyajiannya dengan menggunakan besek dan cara memasaknya yang masih mengikuti cara memasak garis keturunan membuatnya makin istimewa.




Ada hal yang masih mengganjal dalam pikiran saya. Temen-temen mungkin bisa membantu memecahkannya.

Dikisahkan Tjoa Thay Yoe dan Wasih bertemu, mereka menjual dagangan yang hampir sama yakni makanan sejenis lumpia. Hanya saja isiannya berbeda. Tjoa Thay Yoe memiliki isi khas Cina sedangkan Wasih isiannya sesuai selera Jawa. Tjoa Thay Yoe jelas, makanan yang ia jual pastilah makanan yang berasal dari Cina. Kalau Wasih?
Dari manakah Wasih mengenal makanan ini?
Apakah dari orang tuanya atau dari orang Tiong Hoa juga?

Apakah makanan jenis ini sebenarnya sudah dikenal di Indonesia sejak lama? Karena selain lumpia, masyarakat Jawa mengenal sosis Solo. Sebuah makanan yang diciptakan pada era Kanjeng Susuhunan Pakubuwana X sebagai cara pribumi meniru makanan yang disantap para meneer Belanda.
Kami tunggu komentar temen-temen untuk kesempurnaan tulisan ini.
Maturnuwun.

Krystiadi
Penggiat Budaya PB Kota Semarang

Sumber:

3 komentar:

  1. Kak mau nanya, apa ada perbedaan rasa lumpia jogja sma lumpia semarang?
    terimakasih kak
    Wassalam

    BalasHapus
  2. Pengen nyoba Lumpia semarang,rasanya beda gak yah sma lumpia yang dijogja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya belum pernah membandingkannya mbak... jadi saya tidak berani memberikan deskripsinya. Dalam tulisan ini, saya hanya mencoba menelusuri sejarah perkembangannya saja.

      Yang jelas, adanya lumpia Jogja pasti meniru lumpia Semarang. Jadi kalau pengin ngerti aslinya, ya ke Semarang mbak... hehehe

      Hapus

BANCAKAN

Bancakan (Wujud Doa dan Ucapan Syukur Masyarakat Jawa) (Bancakan yang sudah dibagikan kepada anak-anak) Salah satu jenis trad...