Total Tayangan Laman

Pages

CANDI PLAOSAN

Candi Plaosan terletak di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, kira-kira 1,5 km ke arah timur dari Candi Sewu. Candi ini merupakan sebuah kompleks bangunan kuno yang terbagi menjadi dua, yaitu kompleks Candi Plaosan Lor (lor dalam bahasa Jawa berarti utara) dan kompleks Candi Plaosan Kidul (kidul dalam bahasa Jawa berarti selatan). Pahatan yang terdapat di Candi Plaosan sangat halus dan rinci, mirip dengan yang terdapat di Candi Borobudur, Candi Sewu, dan Candi Sari.

Candi Plaosan yang merupakan candi Buddha ini oleh para ahli diperkirakan dibangun pada masa pemerintahan Rakai Pikatan dari Kerajaan Mataram Hindu, yaitu pada awal abad ke-9 M. Salah satu pakar yang mendukung pendapat itu adalah De Casparis yang berpegang pada isi Prasasti Cri Kahulunan (842 M). Dalam prasasti tersebut dinyatakan bahwa Candi Plaosan Lor dibangun oleh Ratu Sri Kahulunan, dengan dukungan suaminya. Menurut De Casparis, Sri Kahulunan adalah gelar Pramodhawardani, putri Raja Samarattungga dari Wangsa Syailendra. Sang Putri, yang memeluk agama Buddha, menikah dengan Rakai Pikatan dari Wangsa Sanjaya, yang memeluk agama Hindu.

Pendapat lain mengenai pembangunan Candi Plaosan ialah bahwa candi tersebut dibangun sebelum masa pemerintahan Rakai Pikatan. Menurut Anggraeni, yang dimaksud dengan Sri Kahulunan adalah ibu Rakai Garung yang memerintah Mataram sebelum Rakai Pikatan. Masa pemerintahan Rakai Pikatan terlalu singkat untuk dapat membangun candi sebesar Candi Plaosan. Rakai Pikatan membangun candi perwara setelah masa pembangunan candi utamanya.

Pada bulan Oktober 2003, di kompleks dekat Candi Perwara di kompleks Candi Plaosan Kidul ditemukan sebuah prasasti yang diperkirakan berasal dari abad ke-9 M. Prasasti yang terbuat dari lempengan emas berukuran 18,5 X 2,2 cm. tersebut berisi tulisan dalam bahasa Sansekerta yang ditulis menggunakan huruf Jawa Kuno. Isi prasasti masih belum diketahui, namun menurut Tjahjono Prasodjo, epigraf yang ditugasi membacanya, prasasti tersebut menguatkan dugaan bahwa Candi Plaosan dibangun pada masa pemerintahan Rakai Pikatan.

Plaosan Lor
plaosan6a_rifa.JPGplaosan6b_rifa.jpg
Candi Plaosan Lor merupakan sebuah kompleks percandian yang luas. Di depan (barat) kompleks Plaosan Lor terdapat dua pasang arca Dwarapala yang saling berhadapan, sepasang terletak di pintu masuk utara dan sepasang di pintu masuk selatan. Masing-masing arca setinggi manusia ini berada dalam posisi duduk di atas kaki kanannya yang terlipat dengan kaki kiri ditekuk di depan tubuh. Tangan kanannya memegang gada, sedangkan tangan kiri tertumpang di atas lutut kiri.Di pelataran utara terdapat teras batu berbentuk persegi yang dikelilingi oleh deretan umpak batu. Diduga teras batu tersebut merupakan tempat meletakkan sesajian. Konon di atas teras tersebut tadinya terdapat bangunan dari kayu, sedangkan di atas masing-masing umpak tadinya terdapat sebuah arca Dhyani Buddha.
plaosan8_rifa.jpg
Teras yang serupa namun berukuran lebih kecil terdapat juga di selatan kompleks Candi Plaosan Lor. Di pelataran utara kompleks Candi Plaosan juga terdapat 6 buah stupa besar.
plaosan9_rifa.jpg
Di pusat kompleks Candi Plaosan Lor terdapat dua bangunan bertingkat dua yang merupakan candi utama. Kedua bangunan tersebut menghadap ke barat dan masing-masing dikelilingi oleh pagar batu.
plaosan10_rifa.jpg
Dinding batu yang memagari masing-masing candi utama dikelilingi oleh candi perwara yang semula berjumlah 174, terdiri atas 58 candi kecil berdenah dasar persegi dan 116 bangunan berbentuk stupa. Tujuh candi berbaris di masing-masing sisi utara dan selatan setiap candi utama, 19 candi berbaris sebelah timur atau belakang kedua candi utama, sedangkan 17 candi lagi berbaris di depan kedua candi utama. Hampir semua candi perwara tersebut saat ini dalam keadaan hancur.
plaosan11a_rifa.jpgplaosan11b_rifa.jpg
Di setiap sudut barisan candi perwara masih terdapat sebuah candi kecil lagi yang dikelilingi oleh dua barisan umpak yang juga diselingi dengan sebuah candi kecil lagi di setiap sudutnya.
plaosan12_rifa.jpg
Di sisi barat pagar batu yang mengelilingi masing-masing bangunan utama terdapat sebuah gerbang berupa gapura paduraksa, dengan atap yang dihiasi deretan mahkota kecil. Puncak atap gapura berbentuk persegi dengan mahkota kecil di atasnya.
plaosan13_rifa.jpg
Masing-masing bangunan candi utama berdiri di atas kaki setinggi sekitar 60 cm tanpa selasar yang mengelilingi tubuhnya. Tangga menuju pintu dilengkapi dengan pipi tangga yang memiliki hiasan kepala naga di pangkalnya. Bingkai pintu dihiasi pahatan bermotif bunga dan sulur-suluran. Di atas ambang pintu terdapat hiasan kepala Kala tanpa rahang bawah.
plaosan14a_rifa.jpgplaosan14b_rifa.jpg
Sepanjang dinding luar tubuh kedua candi utama dihiasi oleh relief yang menggambarkan laki-laki dan perempuan yang sedang berdiri dalam ukuran yang mendekati ukuran manusia sesungguhnya. Relief pada dinding candi yang di selatan menggambarkan laki-laki, sedangkan pada candi yang di utara menggambarkan perempuan.
plaosan15a_rifa.jpgplaosan15b_rifa.jpg
Bagian dalam kedua bangunan utama terbagi menjadi enam ruangan, tiga ruangan terletak di bawah, sedangkan tiga ruangan lainnya terletak di tingkat dua. Lantai papan yang membatasi kedua tingkat saat ini sudah tidak ada lagi, namun pada dinding masih terlihat alur bekas tempat memasang lantai.
plaosan16_rifa.jpg
Di ruang tengah terdapat 3 arca Buddha duduk berderet di atas padadmasana menghadap pintu, namun arca Buddha yang berada di tengah sudah raib. Pada dinding di kiri dan kanan ruangan terdapat relung yang tampaknya merupakan tempat meletakkan penerangan. Relung tersebut diapit oleh relief Kuwera dan Hariti.
plaosan17a_rifa.jpgplaosan17b_rifa.jpg
Di kiri dan kanan, dekat pintu utama, terdapat pintu penghubung ke ruangan samping. Susunan di kedua ruangan bawah lainnya, baik di bangunan utara maupun di bangunan selatan, mirip dengan susunan di ruang tengah. Di sisi timur terdapat 3 arca Buddha duduk berderet di atas padadmasana menghadap ke barat. Arca Buddha yang berada di tengah juga sudah raib.

Plaosan Kidul
plaosan20_rifa.jpgplaosan20b_rifa.jpg
Candi Plaosan Kidul terletak di selatan Candi Plaosan Lor, terpisah oleh jalan raya. Bila di kompleks Palosan Lor kedua candi utamanya masih berdiri dengan megah, di kompleks Candi Plaosan Kidul candi utamanya sudah tinggal reruntuhan. Yang masih berdiri hanyalah beberapa candi perwara.

ASAL-USUL SEMAR, TOGOG, DAN BATHARA GURU

Ada dua cersi utama yang menceritakan asal-usul Semar

Pertama
Surga dan bumi dalam kisah pewayangan dikuasai oleh Sang Hyang Wenang. Sang Hyang Wenang memiliki putra bernama Sang Hyang Tunggal. Sang Hyang Tunggal memperistri Rekathawati. Pada suatu hari, Dewi Rekathawati bertelur. Seketika itu telur tersebut terbang ke hadapan Sang Hyang Wenang. Setiba di hadapan Sang Hyang Wenang, telur tersebut menetas sendiri dan terwujudlah tiga makhluk antropomorfis. Yang muncul dari kulit telur dinamai Tejamantri, putih telur menjadi Ismaya, dan kuning telur menjadi Manikmaya.

Pada suatu hari, ketiganya membicarakan masalah siapa yang akan menggantikan kekuasaan ayah mereka. Manikmaya menyarankan diadakan pertandingan menelan gunung dan memutahkannya kembali. Tejamantri sebagai yang tertua melakukannya dulu tetapi gagal yang berakibat mulutnya sobek.
 Tokoh Togog

Ismaya kemudian maju dan berhasil menelannya tetapi tidak berhasil memuntahkannya. Insiden ini menyebabkan terjadinya gara-gara atau bencana. Sang Hyang Wenang segera datang dan mengambil keputusan. Beliau mengatakan bahwa pada waktunya, Manikmaya akan menjadi raja para dewa, penguasa surga di Kahyangan. Manikmaya juga akan mempunyai keturunan yang menjadi penduduk bumi. Ismaya dan Tejamantri harus turun ke bumi untuk memelihara keturunan Manikmaya. Keduanya hanya boleh menghadap Sang Hyang Wenang apabila Manikmaya bertindak tidak adil. Sejak itu Sang Hyang Wenang mengganti nama mereka. Manikmaya menjadi Bathara Guru, Tejamantri menjadi Togog, dan Ismaya menjadi Semar. Karena sebuah gunung pernah ditelan Ismaya maka bentuk tubuh Smer menjadi besar, gemuk, dan bundar.
Semar

Kedua
Versi ini menyebutkan bahwa alam semesta muncul sebagai sesuatu yang tercipta sekaligus. Diceritakan bahwa sebutir telur yang dipegang Sang Hyang Wenang menetas dengan sendirinya dan tampaklah langit, bumi, dan cahaya (teja), serta dua makhluk anthroporphis, Manik dan Maya. Kalau versi pertama dan kedua dibandingkan ada persamaannya. Ismaya dari versi pertama dan Maya dari versi kedua, terjadi dari putih telur dan keduanya memelihara bumi. Manikmaya atau Manik merupakan transformasi dari kuning telur dan keduanya menjadi raja para dewa di Surga. dalam kedua versi itu Manikmaya dan Manik menjadi Bathara Guru yang keturunannya tersebar di surga dan di bumi, sedangkan Ismaya dan Maya dinamakan Semar dan dijadikan pelindung bumi.


Bersumber dari: Semar Dunia Batin Orang Jawa: Tuti Sumukti. Hal. 20-21.

SUSUNAN PANITIA PAMERAN KELAS

Pameran  merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menyampaikan ide atau gagasan kepada publik melalui media karya seni. Melalui kegiatan ini diharapkan terjadi komunikasi antara perupa dengan apresiator. Penyelenggaaan pameran dalam konteks pembelajaran seni budaya bisa dilakukan baik di sekolah atau di luar sekolah. Dalam hal ini akan dipaparkan sebuah rancangan kegiatan pameran di dalam kelas.

Tujuan sebuah pameran di dalam kelas diharapkan mendapat apresiasi dan tanggapan dari teman-teman satu kelas untuk meningkatkan kualitas berkarya selanjutnya. Sedangkan manfaat pameran di dalam kelas adalah untuk menumbuhkan dan menambah kemampuan siswa dalam memberi apresiasi terhadap karya teman serta menambah wawasan dan kemampuan dalam memberikan evaluasi karya secara lebih objektif. 

Berkaitan dengan organisasi penyelenggaraan pameran, kegiatan ini bermanfaat untuk melatih kerja kelompok, mempertebal pengalaman sosial, melatih untuk membuat suatu perencanaan kerja, melaksanakan apa yang telah direncanakan. Kegiatan pameran selain bermanfaat dalam melatih kerjasama, sebenarnya fungsi utama kegiatan pameran adalah sebagai alat komunikasi antara pencipta seni dengan para apresiator.

Supaya pameran dapat berjalan dengan lancar maka perlu direncanakan (dirancang) dengan sistematis dan logis. Sebuah perencanaan penyelenggaraan pameran seni rupa perlu dilaksanakan langkah-langkah sebagai berikut: Menentukan tujuan, menentukan tema pameran, menyusun kepanitiaan, menentukan waktu dan tempat, menyusun agenda kegiatan, menyusun proposal. Posting ini tidak akan membahas keseluruhan langkah-langkah pameran, tetapi hanya membahas susunan kepanitiaan saja.

SUSUNAN PANITIA PAMERAN KELAS

Ketua
Ketua panitia adalah pimpinan penyelenggaraan pameran yang bertanggung jawab terhadap kelancaran pelaksanaan pameran. Ketua dalam pelaksanaan tugasnya harus mampu berkomunikasi, mampu bekerja sama dengan baik, dan mampu bekerja sama dengan berbagai pihak yang mendukung kegiatan pameran.
Tugas ketua dan wakil ketua dalam pameran di kelas kita adalah mengkoordinasi kegiatan pameran, membuat sambutan opening reception (contoh pembukaan klik disini.), dan membacakan sambutan.

Sekretaris
Tugas pokok sekretaris adalah menulis seluruh kegiatan panitia elama penyelenggaraan pameran, surat menyurat, mengarsipkan surat-surat penting dan menyusunnya sesui tanggal, waktu pengeluaran surat-surat tersebut secara cermat dan teratur, membuat laporankegiatan sebelum, sedang, dan sesudah pameran.
Tugas Sekretaris dalam kelas kita adalah membuat catatan rapat notulen (contoh notulen klik disini), membuat surat undangan kepada Kepala Sekolah, Guru, dan Orang tua murid (contoh surat undangan klik disini)

Bendahara
Bendahara bertanggung jawab pebuh tentang penggunaan, penyimpanan, dan penerimaan uang dana yang masuk sebagai biaya penyelenggaraan pameran. Seorang bedahara harus dapat menyusun laporan pertanggung jawaban atas penggunaan keuangan.
Tugas bendahara dalam kelas kita adalah meminta uang iuran kepada temen-temen sekelas, mencatatnya, dan melaporkannya. (Contoh laporan keuangan klik disini)

Seksi Usaha Dana
Berkewajiban membantu ketua dalam pencarian dana atau sumbangan dari berbagai pihak, menutupi biaya pameran. TUgas dari seksi ini adalah membuat surat perjanjian kerjasama dengan pihak lain. (Contoh surat perjanjian klik disini)

Seksi Acara
Seksi acara dalam kelas kita bertugas membuat susunan acara pembukaan pameran di kelas dan bertugas menjadi pembawa acara (MC). Berikut contoh skrip pembawa acara. (Klik disini)

Seksi Publikasi dan Dokumentasi
Seksi publikasi bertugas sebagai juru penerang kepada umum melalui berbagai media seperti dengan surat-surat pemberitahuan, spanduk kegiatan, pembuatan poster pameran. Seksi dokumentasi membuat laporan dokumentasi pameran dengan mengumpulkan hasil pemotretan tentang kegiatan dari awal sampai akhir.
Tugas seksi ini dalam kelas kita adalah membuat poster, dan memotret kegiatan pameran. (Contoh Poster lihat disini)

Seksi Dekorasi
Seksi dekorasi adalah mengatur tata ruang pameran supaya terlihat indah dengan cara menghias ruang pameran, dan ebrtugas mengatur denah dan penempatan karya yang dipamerkan.

Seksi Pameran dan Seleksi Karya
Tugas seksi pameran dalam kelas kita adalah menyeleksai karya temen-temen untuk dipamerkan, dan mempersiapkan karya tersebut dengan sebaik-baiknya. (Lihat contoh disini)

Seksi Stan dan Penerima Tamu
Seksi stan adalah penjaga pameran yang bertugas menjaga kelancaran pameran, mengatur pengunjung mulai dari masuk sampai ke luar.Petugas ini diharapkan melayani para pengunjung secara ramah dan sopan. Selain menjadi penerima tamu, seksi ini dalam kelas kita bertugas membut buku katalog sederhana. (Lihat contohnya disini).

Seksi Perlengkapan
Seksi ini memiliki tugas mengatur berbagai perlengkapan yang digunakan dalam penyelenggaraan pameran. seksi ini bekerja sama dengan seksi dekorasi dan penataan ruang mempersiapkan tempat penyelenggaraan penataan pameran.

WAYANG WARTA


Gagasan untuk membuat wayang Kristen sebenarnya sudah ada sejak awal tahun 70-an, tetapi gagasan tersebut belum terealisasi sampai pertengahan tahun 70-an. Kendala yang dihadapi pada waktu itu bukan hanya dari segi biaya, tetapi gambaran mengenai bentuk serta isinya masih kabur. Yang jelas, kebutuhan mengenai adanya wayang Kristen sudah terasa sejak awal tahun 70-an.

Pementasan wayang dengan cerita Alkitab di Kabupaten pada awalnya dilakukan oleh Sukimin di GKJ Ketandan. Pementasan wayang tersebut bertujuan untuk memeriahkan perayaan Natal tahun 1973. Permintaan tersebut disanggupi oleh Sukimin dengan mementaskan wayang dengan lakon Kelahiran Yesus.

Sukimin lalu mementaskan pertunjukan wayang kulit bercerita Alkitab dengan memakai boneka wayang Purwa sebagai medianya. Pada waktu itu, tokoh Dasamuka digunakan untuk memerankan Herodes, Janaka untuk Yusuf, Sembadra untuk Dewi Maria, dll. Teknik pementasan pada pertunjukan tersebut seperti wayang kulit Purwa, dengan durasi satu jam. Lakon Kelahiran Yesus tersebut dipentaskan Sukimin sebanyak 3 kali untuk memeriahkan Natal, masing-masing tahun 1973 di Dusun Tepus, kedua tahun 1974 di Dusun Gemblakan di wilayah Ketandan dan ketiga tahun 1974 di Dusun Kemiri wilayah Kecamatan Jatinom.

Pada bulan September 1975 Sukimin diminta memeriahkan Natal di luar kota yaitu di Gereja Kristen Jawa Ngablak, Sala Tiga. Undangan mempergelarkan wayang dengan cerita Alkitab  ke luar kota membuat Sukimin ingin tampil lebih sempurna dari tahun-tahun sebelumnya. Dari tiga kali pementasan yang pernah dilakukan, Sukimin merasa pementasannya kurang berhasil. Sukimin lalu berusaha meminjam Wayang Wahyu milik Katholik namun ditolak.

Perasaan kecewa Sukimin karena penolakan orang Katholik diceritakan kepada sahabatnya R. Sumijanto. Hasil pertemuan antara Sukimin dan R. Sumijanto memunculkan gagasan untuk membuat wayang Kristen dengan corak tersendiri. Sukimin dan R. Sumijanto lalu menghubungi Murhadi Hadisubroto untuk membuatkan gambar wayang Kristen. Dari pertemuan tiga orang tersebut dihasilkan kesepakatan akan membuat wayang Kristen, dan pada tanggal 22 September 1975 ditetapkan sebagai timbulnya wayang Warta. Murhadi kemudian mencari buku-buku bergambar tokoh-tokoh Alkitab, dan juga gambar-gambar pembatas Alkitab.

Setelah mendapat gambar, dan bahan yang dibutuhkan, Murhadi kemudian dilukis pada kertas, dengan bentuk sebagai berikut : bentuk kepala seperti kepala manusia dilihat dari samping, bentuk tangan seperti bentuk wayang Purwa, bertangan dua (muka dan belakang) berlengan panjang, bentuk pakaian menyesuaikan gambar. Setelah gambar selesai, gambar diserahkan kepada R. Sumijanto untuk ditatah dan disungging.

Akhirnya setelah tiga bulan sejak September 1975 sampai bulan Desember 1975 dapat diselesaikan 22 bentuk boneka wayang. 22 bentuk boneka wayang tersebut adalah Imam Agung Hanas, Imam Agung Kayafas, Petrus, Yohanes, Philipus, Thomas, Saulus, Yudhas, Gamaliel, Maryam, Tentara Israel, Tentara Israel, Tentara Rum (2 boneka), Ananias, Syafira, Maxab, Dagelan (2 boneka). Dari 22 boneka wayang tersebut baru bisa digunakan untuk cerita Tumedhaknya Roh Suci atau Turunnya Roh Kudus. Akhirnya pentas perdana di GKJ Ngablak Salatiga pada tahun 1975 dapat berjalan dengan sukses. Hanya sayangnya waktu itu simpingan masih menggunakan wayang Purwa dan iringan seperti wayang Purwa. Pada pementasan tahun 1975 ini Murhadi menamakan wayang ini Wayang Rahayu atau Wayang Warta Rahayu.



                      (Tokoh Yesus dalam Wayang Warta)
 

Atas usul Kristianta pendeta asal Kebonarum,  wayang Rahayu diminta dipentaskan lagi pada tahun 1976 di Kebonarum untuk memeriahkan hari Paskah. Pada pementasan ini yang bertindak sebagai dalang adalah Sumijanto.[10] Pada pementasan ini R. Sumijanto dibantu oleh Daryono berinisiatif membuat iringan wayang Warta dengan mentransformasikan Kidung Jawi ke dalam gendhing.

Setelah pementasan yang dilakukan R. Sumijanto, pendeta Kristianta memerintahkan R. Sumijanto untuk melanjutkan, dan mengembangkan Wayang Rahayu supaya bisa lestari. Dari hasil musyawarah Sumijanto, Murhadi dan para sahabat yang direstui PERDATA Ketandan, Wayang Rahayu diubah namaya menjadi Wayang Warta.[12] Nama Wayang Warta ini berasal dari kata warta rahayu (kabar gembira yang artinya Injil). Kata warta rahayu ini dirasa terlalu panjang untuk menamai sebuah wayang. Dengan mempertimbangkan nama-nama wayang yang telah ada sebelumnya, yang umumnya hanya menggunakan dua suku kata, maka Wayang Warta Rahayu disebut Wayang Warta.[13]

Lihat Videonya disini

SAMBUTAN KETUA PANITIA



Sambutan ini hanya sekedar contoh, bisa diubah, dikembangkan sesuai dengan kebutuhan anda. Apabila bisa membuat sambutan yang berbeda sesuai dengan daya imajinasi dan intelegensi juga diperbolehkan.



CONTOH
SAMBUTAN KETUA PANITIA PENYELENGGARA PADA ACARA PEMBUKAAN INTERNATIONAL YOUTH FORUM ON CLIMATE

Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh,
Selamat pagi,
Salam sejahtera untuk kita semua,

Yang kami hormati,
Bapak Presiden Republik Indonesia, Dr. Soesilo Bambang Yudhoyono
Yang kami  hormati, Para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu,
Yang kami hormati, Para Pejabat serta Pimpinan Lembaga Negara baik TNI dan Polri,
Yang kami hormati, Presiden WAY
Yang kami muliakan para Pengurus Organisasi Pemuda dari berbagai Negara,
Para Pengurus KNPI dan Pimpinan OKP, baik pusat maupun daerah,

Hadirin sekalian yang kami muliakan,

Pada kesempatan yang berharga ini, ijinkan saya sebagai panitia memberikan penjelasan secara ringkas mengenai penyelenggaraan International Youth Forum on Climate Change yang digagas oleh DPP. KNPI dan WAY.

International Youth Forum on Climate Change 2011 merupakan rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk menumbuhkan kepedulian pemuda dunia terhadap perubahan iklim dunia yang diselenggarakan dari Tanggal 22-28 Februari 2011.  Kegiatan ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan oleh WAY dan  KNPI mendapat kehormatan menjadi tuan rumah yang pertama dimana kedepannya akan menjadi program rutin pemuda dunia.

Kegiatan International Youth Forum on Climate Change 2011 terdiri dari International Confrences meliputi seminar dan  FGD, kegiatan yang kedua dalam rangkaian International Youth Forum on Climate Change 2011  adalah Field Research dengan lokasi Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, Takabonerate, Sulawesi Selatan dan  Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur dan Terakhir adalah Deklarasi International Youth Movement on Climate Change. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan acara pameran Youth Greenstration Lab.

Hadirin sekalian yang saya hormati,

Perubahan iklim dunia akan memberikan dampak yang buruk bagi Indonesia dan negara berkembang lainnya, diantaranya telah terjadi saat ini salah satunya musim yang bersifat ekstrim, di satu wilayah terjadi kekeringan, di wilayah lain terjadi banjir dan sulitnya memenuhi kebutuhan produksi pertanian, khususnya tanaman pangan. Saat ini berbagai macam aktivitas dan kegiatan dalam membangun kepedulian terhadap alam dan lingkungan serta upaya peningkatan kearifan budaya lokal untuk menjaga keseimbangan lingkungan, Hal ini menjadi sangat penting dikarenakan karena desakan kebutuhan ekonomi dan  inefisiensi dalam pemanfaatan sumberdaya menjadi dominan dibanding upaya pengelolaan secara ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Perubahan iklim ini harus diatasi bersama-sama dan tidak ditunda-tunda. Setiap elemen bangsa harus memberi kontribusi dengan tindakan-tindakan yang dilakukan di dalam negerinya sendiri sesuai kemampuan masing-masing. Oleh karena itu sebagai penerus kepemimpinan bangsa kedepan, pemuda Indonesia melalui DPP KNPI yang tergabung dalam WAY mencoba memberikan kontribusi positif dalam penanggulangan terhadap akibat  perubahan iklim yang terjadi saat ini.

International Youth Forum on Climate Change 2011 merupakan sebuah momentum pengembangan jejaring pemuda di seluruh dunia yang ditandai dengan kebangkitan pemuda dunia dalam menghadapi permasalahan aktual yang dihadapi oleh seluruh negara. Kegiatan ini merupakan sebuah tempat dalam mengakomodasi potensi dan talenta seluruh pemuda dunia dengan berbagi pengalaman dan kepedulian bersama dalam memahami dan bertindak nyata serta bekerja bersama-sama dalam menghadapi kondisi seluruh negara saat ini.

Penyelenggaran International Youth Forum on Climate Change 2011 diharapkan menjadi pelopor dalam mengembangkan kepedulian pemuda dunia terhadap kondisi perubahan iklim yang mampu memberi inspirasi dan tindakan nyata dalam penerapannya di berbagai negara asal delegasi organisasi pemuda yang hadir pada kesempatan ini. Serta diharapkan dalam forum ini, dapat menghasilkan ide kreatif dan cemerlang dalam upaya penyelematan bumi terhadap perubahan iklim yang telah terjadi saat ini dimana Pemuda dunia juga mampu memberikan rekomendasi positif terkait perubahan iklim pada UN climate change conference 2011 mendatang.

Hadirin sekalian yang kami muliakan,


Senang rasanya pada kesempatan ini bisa bertatap muka dan berbagi pengalaman dengan seluruh delegasi organisasi pemuda di berbagai negara. Hal ini merupakan sebuah pengalaman berharga bagi pemuda Indonesia yang tergabung dalam Komite Nasional Pemuda Indonesia yang menjadi tuan rumah yang pertama kali bagi perhelatan International Youth Forum on Climate Change.

Sampai saat ini delegasi organisasi pemuda dari berbagai negara telah menyatakan kesiapannya untuk hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Berdasarkan daftar hadir peserta, telah hadir kurang lebih 50 delegasi organisasi pemuda dari berbagai negara pada saat ini. Kehadiran saudara seperjuangan dari berbagai negara tersebut merupakan bukti bahwa kegiatan ini menjadi magnet terbesar dalam kancah pemuda di dunia serta menjadi indikator bahwa Indonesia adalah salah satu negara yang peduli dan berkontribusi terhadap perubahan iklim di dunia.

Hadirin sekalian yang saya hormati,

Terselenggaranya kegiatan ini adalah berkat dukungan dari berbagai pihak terutama Bapak Presiden Repulik Indonesia beserta para menteri Kabinet Indonesia Bersatu serta dukungan dari seluruh pengurus dan anggota WAY.

Penyelenggaraan International Youth Forum on Climate Change 2011 merupakan ajang bagi kami seluruh pemuda Indonesia untuk memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara Indonesia dalam membentuk citra positif di mata pemuda dunia dengan bekerja secara maksimal dalam mensukseskan kegiatan ini walau dengan segala keterbatasan yang kami hadapi.

Walau dengan segala keterbatasan, penyelenggaran kegiatan ini merupakan bentuk patriotisme kami para pemuda Indonesia dalam membawa nama baik bangsa sebagai tuan rumah yang baik serta mampu berkolaborasi dengan berbagai peserta delegasi organisasi pemuda di dunia yang aplikasinya dalam membentuk sebuah kampanye kepedulian pemuda terhadap perubahan iklim


Hadirin sekalian yang saya banggakan,

Kami sadari bahwa penyelenggaran kegiatan International Youth Forum on Climate Change 2011 saat ini banyak kekurangan dan keterbatasan, oleh karena itu kami mengharapkan dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya dan kami harapkan kegiatan ini menjadi pembelajaran bagi seluruh pemuda Indonesia sehingga kelak mampu menjadi tuan rumah yang baik dalam agenda kegiatan selanjutnya yang akan diselenggarakan oleh WAY di Indonesia.

Terlepas dari berbagai kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan International Youth Forum on Climate Change 2011 kali ini, berbagai macam masukan dan dukungan kami tunggu demi perbaikan dan penyempurnaan penyelenggaran kegiatan International Youth Forum on Climate Change kedepannya.

Demikianlah hadirin yang saya hormati, dan akhirnya dengan terlebih dahulu memohon ridho Tuhan Yang Maha Kuasa, semoga kegiatan International Youth Forum on Climate Change 2011 dapat terselenggara dengan lancar tanpa kendala apapun.

Terima Kasih




Pahlevi Pangerang
Ketua Panitia